Jumat, 12 April 2013

manajemen pendidikan formal

A. Definisi Manajemen Pendidikan Formal
Manajemen menurut Mary Parker Follet adalah sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.
Sedangkan menrut Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal Manajemen Pendidikan dalam buku suharsimi arikunto dan lia yuliana menjelaskan bahwa merupakan suatu kegiatan atau rangkaian kegiatan yang berupa proses pengelolaan usaha kerjasama sekelompok manusia yang tergabung dalam organisasi pendidikan, untuk mencapai jutuan pendidikan yang telah ditetapkan sebelumnya, agar efektif dan efisien Pendidikan formal adalah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi. Pendidikan formal adalah kegiatan yang sistematis, berstruktur, bertingkat, berjenjang, dimulai dari sekolah dasar sampai dengan perguruan tinggi dan yang setaraf denganya; termasuk ke dalamnya ialah kegiatan studi yang berorientasi akademis dan umum, program spesialisasi, dan latihan profesional, yang dilaksanakan dalam waktu yang terus menerus. Jadi manajemen pendidikan formal banyak yang menggunakan istilah manajemen sekolah adalah segala usaha bersama untuk mendayagunakan sumber-sumber, baik personal maupun material, secara efektif dan efisien guna menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sekolah secara optimal.

B. Tujuan Manajemen Pendidikan Formal
Tujuan dari pendidikan yaitu untuk memuat tentang gambaran nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, dan indah dalam kehidupan. tujuan pendidikan memiliki dua fungsi, yaitu: a. memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan b. merupakan sesuatu yang ingin dicapai.oleh segenap kegiatan pendidikan. Tap MPR No. IV/MPR/1978 menyebutkan Pendidikan Nasional berdasarkan pancasila dan bertujuan meningkatkan ketakwaan terhadap tuhan yang maha esa, kecerdasan, ketrampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa”. Sedangkan Undang-undang RI no 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional menjelaskan bahwa tujuan dari pendidikan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab Dari beberapa sumber di atas maka dapat dijelaskan pula bahwa tujuan dari manajemen pendidikan formal tersebut ialah untuk mendukung atau menyelenggarakan pengelolaan pendidikan agar dapat mencapai tujuan-tujuan pendidikan tersebut.

C. Fungsi Pendidikan Formal
Dalam UU no. 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional dijelaskan tentang fungsi Pendidikan nasional yaitu berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam pembahasan ini termasuk juga didalamnya adalah pendidikan formal.

D. Fungsi Manajemen Pendidikan Formal
Pada dasarnya fungsi manajemen pendidikan formal sama halnya dengan fungsi-fungsi manajemen pada umumnya, yaitu:
a. Perencanaan/Planning
b. Pengorganisasian/Organizing
c. Pengarahan/Directing
d. Pengendalian/Controling
Dan kemudian dari fungsi manajemen di atas diterapkan dalam ruang lingkup manajemen pendidikan formal

E. Ruang lingkup Manajemen Pendidikan Formal
Ruang lingkup manajemen pendidikan formal adalah:
1. Manajemen kurikulum, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan tentang pendataan mata pelajaran yang diajarkan, waktu jam yang tesedia, jumlag guru beserta pembagian jam pelajaran, dan lain sebagainya.
2. Manajemen kepegawwaian, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan penerimaan pegawai baru, mutasi, surat keputusan, surat tugas, berkas-berkas tenaga kependidikan, daftar umum kepegawaian, upaya peningkatan SDM serta kinerja pegawai, dan sebagainya.
3. Manajemen peserta didik, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan penggalangan penerimaan siswa baru, pelaksanaan tes penerimaan siswa baru, penempatan dan pembagian kelas, kegiatan-kegiatan kesiswaan, motivasi dan upaya peningkatan kualitas lulusan dan sebagainya.
4. Manajemen sarana dan prasarana pendidikan, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan pengadaan barang pembagian dan penggunaan barang, perbaikan barang, dan tukar tambah maupun penghapusan barang.
5. Manajemen keuangan/ pembiayaan pendidikan, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan masuk dan keluarnya dana, usaha-usaha menggali sumber pendanaan sekolah seperti kegiatan koperasi serta penggunaan dana secara efisien.
6. Manajemen perkantoran, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan kantor agar memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua orang yang membutuhkan serta berhubungan dengan kegiatan lembaga.
7. Manajemen unit-unit penunjang pendidikan, melipiti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan ddan evaluasi kegiatan unit-unit penunjang, misalnya bimbingan dan penyuluhan (BP), perpustakaan, UKS, pramuka, olahraga, kesenian, dan sebagainya.
8. Manejemen layanan khusus pendidikan, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan pelayanan khusus, misalnya menu makanan/konsumsi, layanan antar jemput , bimbingan khusus di rumah, dan sebagainya.
9. Manajemen tata lingkungan dan keamanan sekolah meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi tata ruang pertamanan sekolah, kebersihan dan ketertiban sekolah, serta keamanan dan kenyamanan lingkungan sekolah.
10. Manejemen hubungan dengan masyarakat, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi kegiatan hubungan masyarakat, misalnya pendataan alamat kantor/orang yang dianggap perlu, hasil kerjasama, program-progran humas, dan sebagainya.

Daftar Pustaka
Tap MPR No. IV/MPR/1978 UU RI no 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS http://cintapendidikan-siron.blogspot.com/2010/10/fungsi-fungsi-manajemen-sekolah.html, diakses pada 11 September 2011 http://www.infodiknas.com, diakses pada 11 September 2011 http://jobschool09.blogspot.com/2009/02/jenjang-pendidikan.html, diakses pada11 September 2011 http://elqorni.wordpress.com/2009/03/15/pengertian-manajemen-dan-fungsi-fungsinya-definition-and-functions-of-management, diakses 12 September 2011 http://r-vai.blogspot.com/2010/02/ ruang-lingkup-manajemen-pendidikan.html, diakses pada 12 September 2011 http://www.infodiknas.com/fkip-unisma-pendidikan-formal-pendidikan-non-formal-dan-pendidikan-informal, diakses pada 12 September 2011 http://www.definisionline.com/2010/08/ pengertian-manajemen-sekolah.html, diakses pada 12 September 2011

1 komentar:

  1. Makasih sob udah share, blog ini sangat membantu saya sekali .......................



    bisnistiket.co.id

    BalasHapus

Mengenai Saya

Foto saya
sumenep, Jawa Timur, Indonesia
pegawai di LKPP // mahasiswa MP FIP UNY
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | WordPress Themes Review